Rabu, 11 Juni 2014

Cara Bahasa Tubuh yang Bikin Karir Kian Cemerlang





Saat digunakan dengan baik, bahasa tubuh bisa jadi kunci untuk mencapai kesuksesan. Dengan melakukannya, Anda bisa mengembangkan hubungan kerja, pengaruh dan motivasi positif bagi rekan serta lingkungan kerja Anda.

Seperti dilansir dari Forbes,bahasa tubuh bisa berupa gerakan tangan, kaki, senyum bahkan kontak mata. Meski tanpa bicara, bahasa tubuh Anda bisa menjelaskan apa yang sedang Anda rasakan. Seperti saat gugup, banyak orang cenderung menggigit jari, atau memainkan aksesoris yang dikenakannya.

Dalam mencapai kesuksesan, bahasa tubuh juga berperan sangat penting. Berikut sembilan tips bahasa tubuh yang bisa Anda gunakan untuk menggapai kesuksesan dalam berkarir:

1. Berdiri tegap dan angkat wajah Anda sedikit

Kekuatan, status dan kepercayaan diri dapat terlihat dari cara Anda berdiri. Tegakkan badan, bahu, dan kepala Anda akan membuat diri Anda terlihat percaya diri.

Saat berdiri, Anda akan terlihat lebih meyakinkan dibanding mereka yang berdiri. Dengan posisi tubuh seperti itu, bahkan saat Anda duduk, Anda tetap terlihat lebih percaya diri daripada yang lain.

2. Lebarkan kaki Anda

Saat Anda berdiri dengan kaki rapat, semua yang Anda bicarakan akan terdengar meragukan. Namun saat Anda melebarkan sedikit kaki Anda, melemaskan lutut, maka Anda akan terlihat lebih mantap dan percaya diri.

3. Rendahkan tekanan suara Anda

Di tempat kerja, kualitas suara Anda dapat menjadi faktor kunci bagaimana orang lain menilai Anda. Para pembicara dengan nada tinggi dinilai kurang empati, kurang kuat dan lebih gugup dibanding pembicara dengan tekanan suara lebih rendah.

Berbicara dengan nada suara tenang juga akan membuat pendapat Anda terdengar penting untuk didengarkan.

4. Lakukan kontak mata yang positif

Tak sedikit orang yang pemalu, tertutup atau datang dari latar belakang yang secara budaya jarang melakukan kontak mata langsung. Para pengusaha dari Amerika Serikat (AS), Eropa dan Australia, (dan banyak dari negara lain) berharap dapat melakukan kontak mata langsung sebanyak 50%-60% dari total percakapan.

Salah satu cara sederhana untuk meningkatkan kontak mata adalah dengan memandang mata langsung teman bisnis Anda saat menyapanya.

5. Biarkan gerak tangan Anda ikut berbicara

Bukan hanya mulut yang harus aktif berbicara, tapi tangan juga harus memperkaya isi pembicaraan tersebut. Mengingat bahasa tubuh sangat mempengaruhi pendapat Anda, menggunakannya juga bisa mengembangkan cara berpikir Anda.

Berbicara sambil menggerakkan tangan Anda bisa meningkatkan kemampuan dan kelancaraan Anda saat bicara.

6. Gunakan bahasa tubuh yang tenang

Gerakkan bagian tubuh Anda dengan tenang, bukalah tangan Anda hanya sekadar menandakan, Anda tak menyembunyikan apapun. Postur dengan tangan sedikit terbuka juga bisa menunjukkan kredibilitas diri Anda.

7. Jangan tunjukkan Anda terlihat gugup

Saat kita merasa gugup banyak gerakan tubuh yang dilakukan seperti mengetuk-ngetuk jari ke meja, menghentak-hentakan kali ke lantai, atau memainkan aksesoris Anda.

Jika Anda termasuk yang melakukannya, tarik nafas dan jangan gerakkan kaki Anda. Menahan diri untuk tak bergerak berlebihan, bisa menunjukkan bahwa Anda orang yang tenang dan percaya diri.

8. Senyum

Tersenyum bisa berdampak besar pada sikap Anda. Orang-orang cerdas lebih memilih menunjukkan senyum di wajahnya.Tersenyum tak hanya menstimulasi pola pikir Anda tapi juga menyebabkan Anda bisa dipercaya dan mudah didekati.

Saat Anda tersenyum pada orang lain, mereka seringkali membalasnya. Melakukannya saat bekerja bisa menimbulkan aura yang positif.

9. Berjabat tangan dengan baik

Sentuhan dengan orang lain lewat berjabat tangan dapat menandakan betapa kuatnya kemampuan Anda dalam bekerja. Cara berjabat tangan yang tepat bisa menunjukkan Anda adalah orang yang memiliki kredibilitas tinggi.

Kesan pertama pada diri Anda akan menentukan karir Anda ke depannya.

Ilmu Komunikasi yang Efektif di Tempat Kerja




Proses komunikasi merupakan aktifitas yang sangat penting dalam kehidupan ini, tidak terkecuali dalam melaksanakan aktifitas di tempat kerja. Tanpa komunikasi yang baik, hidup dan bekerja tidak akan pernah menjadi efektif.
ilmu komunikasi yang efektif di dunia perbankan
Salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang bankir yang baik adalah cakap melakukan “Komunikasi di Tempat Kerja”. Hal ini meliputi berbagai aktivitas, seperti: mengumpulkan, mencatat, mengirim data, menyampaikan informasi untuk memenuhi kebutuhan kerja, menanggapi masalah dan bekerja sama dengan rekan kerja ataupun pihak lainnya. Oleh karena itu, sebelum membahas berbagai hal tentang aspek perbankan secara umum (General Banking) maka dalam bab ini akan terlebih dahulu dibahas konsep dasar komunikasi dan bagaimana melaksanakan secara afektif.
Pengertian Komunikasi
Komunikasi adalah upaya untuk membuat pendapat, menyatakan perasaan, menyampaikan informasi dan lain sebagainya, agar diketahui atau dipahami oleh orang lain. Longman, mendefinisikannya sebagai: to make opinion, feelings, information, etc, known or understood by others. Lebih jauh lagi, proses komunikasi merupakan sebuah keterampilan atau kemampuan untuk mengungkapkan keinginan, ide, perasaan, fikiran atau pendapat seseorang sehingga tidak dapat disangkal bahwa komunikasi yang efektif di tempat kerja sangat penting, mengingat bahwa dalam sebuah perusahaan terdapat banyak orang dengan berbagai latar belakang sosial dan pendidikan serta karakter berbeda yang bekerja dengan tujuan yang sama.
Manfaat komunikasi di tempat kerja
Secara umum, manfaat komunikasi di tempat kerja bagi karyawan, antara lain:
  • Dapat memperoleh keterangan atau informasi yang diperlukan dalam melaksanakan pekerjaan
  • Dapat mewujudkan kerjasama antar personil di tempat kerja dalam rangka pelaksanaan tugas/pekerjaan
  • Dapat memudahkan dalam pengambilan keputusan
  • Dapat memudahkan dalam penyampaian kebijakan, peraturan, ataupun ketentuanyang berlaku di tempat kerja.
  • Dapat meningkatkan nilai-nilai kebersamaan dan kekeluargaan di tempat kerja
Pada akhirnya, bagi organisasi, proses komunikasi yang efektif dapat memberikan berbagai manfaat diantaranya adalah:
  1. Menciptakan kepuasan kerja. Perusahaan seharusnya mendorong lingkungan korespondensi terbuka dan mudah antara manajer dengan bawahan. Jika lingkungan kerja kondusif, bersahabat dan ramah dimana bawahan di dorong untuk mengkomunikasikan ide-ide inovasi mereka tentang pekerjaan kemudian diberikan umpan balik yang positif, akan menumbuhkan suasana kerja yang sangat baik yang dapat memotivasi seluruh personal. Semua karyawan merasa dihargai. Dengan demikian, komunikasi yang efektif di tempat kerja membantu dalam membangun loyalitas dan kepercayaan, yang pada akhirnya akan menghasilkan kepuasan kerja yang lebih besar.
  2. Menyelesaikan konflik. Komunikasi yang terbuka di tempat kerja dapat membantu mencegah timbulnya konflik dan menyelesaikan konflik yang terjadi. Sebagai contoh, jika dua orang karyawan yang berselisih, memiliki ketidak setujuan akibat perbedaan pandangan, maka konflik akan mudah dapat diselesaikan melalui diskusi dan komunikasi bersama.
  3. Meningkatkan produktivitas. Komunikasi yang efektif di tempat kerja merupakan hal yang penting bagi keberhasilan sebuah perusahaan. Setiap perusahaan memiliki tujuan bisnisnya, visi dan misinya. Hal ini harus dikomunikasikan kepada seluruh pegawai dengan jelas dan memastikan bahwa semua anggota yang terlibat bekerja menuju tujuan yang sama. Dan, kembali dalam proses ini, diperlukan sebuah proses komunikasi yang efektif antara perusahaan dengan karyawan, atasan dan bawahan, sehingga produktivitas dapat dicapai dan meningkat.
Konteks Komunikasi
Komunikasi tidak berlangsung dalam ruang hampa sosial, melainkan dalam suatu konteks atau situasi tertentu. Secara luas, konteks disini berarti semua faktor di luar orang-orang yang berkomunikasi yang terdiri dari: Pertama, aspek bersifat fisik, seperti: iklim, cuaca, suhu udara, bentuk ruangan, warna dinding, penataan tempat duduk, jumlah peserta komunikasi, dan alat yang tersedia untuk menyampaikan pesan; Kedua, aspek psikologis, seperti sikap, kecenderungan, prasangka, dan emosi peserta komunikasi; Ketiga, aspek sosial, seperti: norma kelompok, nilai sosial dan karakteristik budaya; Keempat, aspek waktu, yakni: kapan berkomunikasi (hari, jam, tanggal, pagi, siang, sore, malam)
Banyak pakar komunikasi mengklasifikasikannya berdasarkan konteknya. Istilah-istilah lain juga digunakan untuk merujuk kepada konteks ini. Selain konteks yang lazim, juga digunakan istilah tingkat, bentuk, situasi, keadaan, arena, jenis, cara dan pertemuan.
Indikator paling umum untuk mengklasifikasikan komunikasi berdasarkan konteknya atau tingkatnya adalah jumlah peserta yang terlibat. Maka, dikenal-lah berbagai pengelompokan seperti: komunikasi intrapersonal, interpersonal, kelompok kecil, publik (pidato), komunikaso organisasi dan komunikasi massa, yang dapat dijelaskan, sebagai berikut.
Komunkasi intrapersonal, merupakan komunikasi dengan diri sendiri, baik kita sadari atau tidak. Cotohnya berpikir. Komunikasi ini merupakan landasan komunikasi interpersonal (antar pribadi) dan komunikasi dalam konteks-konteks lainnya. Komunikasi interpersonal ini inherent dalam komunikasi dua ataupun tiga orang dan seterusnya. Karena sebelum berkomunikasi dengan orang lain, kita biasanya berkomunikasi dengan diri sendiri (mempersepsi dan memastikan makna pesan orang lain). Hanya saja, cara kerjanya sering tidak kita sadari. Dapat dikatakan bahwa keberhasilan komunikasi kita dengan orang lain bergantung pada keefektifan komunikasi kita dengan diri sendiri.
Komunikasi interpersonal, merupakan komunikasi antara orang-orang secara tatap-muka yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal maupun non verbal. Bentuk khusus dan komunkasi interpersonal ini adalah komunikasi diadik yang hanya melibatkan dua orang, seperti suami istri, dua sejawat, dua sahabat dekat, guru – murid, dan lain sebagainya. Ciri-ciri komunikasi diadik, adalah: pihak-pihak yang yang berkomunikasi berada dalam jarak dekat; pihak-pihak yang berkomunikasi mengirim dan menerima pesan secara simultan dan spontan, baik secara verbal ataupun nonverbal.
Komunikasi kelompok, dimana kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan yang sama, yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama lainnya, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut. Kelompok ini, misalnya keluarga, tetangga, kawan-kawan terdekat, kelompok diskusi, kelompok pemecahan masalah atau suatu komite yang melaksanakan rapat untuk  mengambil suatu keputusan. Komunikasi kelompok ini  dengan sendirinya melibatkan pula komunikasi interpersonal (antar pribadi)
Komunikasi publik, merupakan komunikasi antara seorang pembicara dengan sejumlah besar orang (khalayak), yang tidak bisa dikenali satu persatu. Komunikasi demikian sering juga disebut pidato, ceramah, atau kuliah (umum). Beberapa pakar komunikasi menggunakan isitilah komunikasi kelompok besar. Komunikasi publik biasanya berlangsung lebih formal dan lebih sulit daripada komunikasi interpersonal ataupun kelompok. Karena, kemunikasi publik menuntut persiapan pesan yang cermat, keberanian dan kemampuan menghadapi sejumlah besar orang.  Daya tarik fisik pembicara bahkan sering merupakan faktor penting yang menentukan efektivitas pesan, selain keahlian dan kejujuran yang dimiliki pembicara. Dalam komunikasi publik hanya satu pihak yang aktif (pembicara) sedangkan pihak lainnya cenderung pasif. Umpan balik yang mereka berikan terbatas, terutama umpan balik yang bersifat verbal. Umpan balik nonverbal lebih jelas diberikan oleh orang-orang yang duduk di jajaran depan, karena merekalah yang paling jelas terlihat. Sesekali pembicara menerima umpan balik yang bersifat serentak, seperti: tertawa atau tepuk tangan. Komunikasi publik sering bertujuan memberikan penerangan, menghibur, memberikan penghormatan, atau membujuk.
Komunikasi organisasi, yaitu: komunikasi organisasi terjadi dalam suatu organisasi, bersifat formal dan juga informal dan berlangsung dalam suatu jaringan yang lebih besar dari komunikasi kelompok. Komunikasi organisasi sering kali melibatkan juga kelompok diadik, komunikasi interpersonal (antar pribadi) dan adakalanya juga dengan komunikasi publik. Komunikasi formal adalah komunikasi menurut struktur organisasi, yakni komunikasi ke bawah, komunikasi ketas dan komunikasi hotizontal. Sedangkan komunikasi infromal tidak tergantung pada struktur organisasi, seperti komunikasi antar sejawat, yang juga termasuk gossip.
Komunikasi massa, yaitu: komunikasi yang menggunakan media massa, baik cetak (majalah, surat kabar) ataupun elektronik (radio, televisi) yang dikelola oleh suatu lembaga atau orang yang dilembagakan, yang ditujukan kepada sejumlah orang yang tersebar dibanyak tempat, anonim, dan heterogen. Pesan-pesannya bersifat umum, disampaikan secara cepat, serentak dan selintas (khususnya media elektronik). Komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok dan komunikasi organisasi berlangsung juga dalam proses untuk mempersiapkan pesan yang disampaikan media massa ini.

Minggu, 08 Juni 2014

Cara Berkomunikasi yang Baik di dalam dunia Bisnis




Seni komunikasi memainkan peran utama dalam setiap bisnis yang Anda masukkan ke dalam. Cara Anda berbicara dengan klien Anda dan mitra bisnis akan memainkan peranan penting terhadap pertumbuhan dan profitabilitas bisnis Anda. Seorang pemimpin bisnis yang baik harus tahu bagaimana menggunakan keahliannya dalam komunikasi arah membuat kesepakatan bisnis yang baik dan hubungan dengan klien dan mitra sama.
Berikut adalah beberapa tips tentang cara melakukannya.
* Jadilah yang jelas tentang apa yang ingin Anda katakan. Seorang pemimpin bisnis yang baik harus menyatakan tujuan dan pesan bahwa dia ingin menyampaikan kepada penonton dengan jelas, tepat dan ringkas. Dia harus memastikan bahwa pendengar dan pemirsa mendapatkan pesan-Nya sempurna, menafsirkan dengan benar, dan tidak salah paham.
* Dengarkan umpan balik. Akan lebih baik untuk meminta umpan balik dari penonton setelah mengirim pesan. Saran atau masukan penting karena memungkinkan ruang untuk klarifikasi antara Anda dan audiens Anda. Ini memberikan audiens Anda kesempatan untuk mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang mereka ingin menjelaskan atau berbagi ide yang mungkin bisa bermanfaat untuk bisnis. Ini bahkan mungkin baik atau lebih baik untuk bisnis.
* Tuliskan saja. Ditulis komunikasi adalah cara yang baik untuk membuat segalanya lebih jelas. Hal ini memberikan rincian dari apa yang ingin Anda katakan kepada rekan bisnis Anda dan mitra. Ini adalah cara yang baik untuk secara jelas mengidentifikasi titik-titik utama dari pesan yang ingin Anda sampaikan kepada audiens Anda. Ini adalah cara yang baik untuk memerinci segala sesuatu untuk mata rekan Anda. Ini juga bisa menjadi cara yang kreatif untuk membujuk audiens Anda untuk membantu Anda mencapai tujuan dan sasaran.
* Lasting impression. Ambil keuntungan dari bentuk-bentuk komunikasi tradisional. Cobalah untuk bertemu dengan rekan bisnis Anda, klien atau mitra secara pribadi. Ini benar-benar akan membuat kesan abadi pada rekan Anda. Dalam pertemuan mereka secara pribadi, akan menunjukkan bahwa Anda membuat usaha ekstra untuk mengenal mereka dan menunjukkan ketulusan Anda dalam berbisnis dengan mereka. Ambil kesempatan ini untuk mengenal pasangan Anda lebih baik. Lakukan kontak mata ketika Anda berbicara kepada mereka, dan berhati-hati dari bahasa tubuh Anda. Tunjukkan ketulusan Anda dan biarkan mereka tahu bahwa Anda pantas mendapatkan kepercayaan mereka.
* Gunakan teknologi modern untuk tetap berhubungan dengan mitra jika komunikasi tatap muka tidak mungkin. Ponsel, komputer, internet, dan email yang tersedia di seluruh dunia. Keberadaan teknologi inovasi ini akan membuat Anda berhubungan dengan mitra-mitra Anda di seluruh dunia. Tentu saja, komunikasi tatap muka masih yang terbaik. Namun, jika Anda tidak dapat melakukan ini, cara-cara alternatif tentang bagaimana menghubungi mereka siap dan tersedia hampir di mana-mana. Jika Anda menggunakannya, seperti panggilan telepon yang sederhana atau email, cobalah untuk mengingat bahwa perilaku yang baik yang selalu penting.
* Hati-hati dengan kata-kata Anda dan nada suara Anda. Pastikan bahwa kata-kata Anda tidak akan menyesatkan audiens Anda atau orang yang Anda ajak bicara. Adalah penting bahwa nada suara Anda sesuai dengan pesan yang ingin Anda membawa seluruh. Pendengar bisa sangat kritis tentang kata-kata yang Anda gunakan dan nada suara Anda ketika Anda mengatakan ini. Memberi mereka alasan untuk terus mendengarkan dan termotivasi dengan apa yang Anda katakan untuk menjaga hubungan bisnis dengan mereka.
Komunikasi sangat penting. Biarlah ini menjadi sebuah cara untuk menghapus hal-hal dan memiliki hubungan bermakna dengan tetangga sebelah, untuk rekan bisnis Anda dari seberang dunia. Hal ini dimungkinkan.

BERKOMUNIKASI DENGAN REKAN KERJA




Berkomunikasi dengan rekan kerja adalah aktifitas yang mau tidak mau harus Anda kerjakan. Bahkan setiap hari. Anda tidak bisa mengelak dari aktifitas tersebut.
Coba banyangkan, di pagi hari Anda datang ke kantor, seharian tidak berbicara dengan siapapun. Anda memilih berdiam diri saat menunggu mesin foto copy dan printer yang masih dipergunakan orang lain. Anda hanya menggelengkan kepala ketika seseorang menanyakan sesuatu kepada Anda. Dan ketika mengikuti rapat, Anda memilih untuk berdiam diri. Anda mengerjakan sendiri segala sesuatu yang Anda butuhkan. Makan siang sendirian, pulang kerjapun tanpa pamitan. Sepertinya hal itu tidak akan mungkin terjadi bukan.
Sesungguhnya komunikasi dengan rekan kerja akan selalu Anda kerjakan. Tapi yang perlu Anda perhatikan adalah bagaimana berkomunikasi yang baik dengan mereka. Komunikasi yang baik akan menciptakan suasana yang nyaman bagi Anda dalam meniti karier.
Berikut adalah beberapa tips yang perlu Anda perhatikan dalam berkomunikasi dengan rekan kerja :
  • Menyapa rekan kerja dengan ucapan selamat pagi, merupakan komunikasi pembuka yang paling baik. Anda bisa menyapa dengan “apa kabar?” ketika mereka terlihat kurang ceria. Tunjukkan sikap empati pada saat mereka sedang bersedih atau sedang ada masalah. Anda bisa menawarkan bantuan kalau mereka terlihat membutuhkannya.
  • Berikanlah pujian untuk sesuatu yang patut dipuji kepada rekan Anda. Tapi jangan lakukan kalau hanya berbasa-basi.
  • Kalau Anda meminta bantuan dari mereka, mintalah dengan cara yang sopan.
  • Kalau Anda mengetahui bahwa rekan Anda melakukan kesalahan atau kekeliruan, sampaikanlah dengan cara yang bijak. Jangan sampai mereka merasa dihakimi atau dijatuhkan. Perlihatkanlah bahwa Anda melakukannya agar dia menyadari dan menjadi lebih baik.
  • Kalau Anda ingin memberikan pendapat atau masukan dalam suatu pembicaraan, diskusi atau meeting, lakukanlah dengan cara yang sopan, tanpa ada tendensi hanya menguntungkan diri sendiri.
  • Kalau Anda secara sengaja atau tidak sengaja melakukan kesalahan, maka berbesar hatilah untuk mengakuinya dan meminta maaf kepada orang yang sudah Anda repotkan atau lukai.
  • Jagalah kerahasian dari rekan kerja Anda